Senin, 31 Oktober 2011

ANDREAS (Cerpen)


Oleh : Saidi Rifky 
Setiap hari Andreas harus bangun pagi buta dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri dari mulai bangun shubuh melakukan shalat subuh berjamaah dan ikut pengajian kitab kuning bersama ustadz Ali yang tidak jauh dari rumahnya, Anderas pun tidak mesti ikut pengajian sampai selesai karena pekerjan lain dirumah masih menunggu. Keluarga andreas memang beda dengan keluarga lain, disaat keluarga yang lain masih mendengkur menikmati istirahat panjang dan hangatnya tidur pagi, justru keluarga ini harus sibuk dengan aktifitas di waktu subuh.

Minggu, 30 Oktober 2011

rencana dibalik Rencana (Cerpen)


Oleh : Syamsudhuha Firman Ridho


(Cerpen Penggugah Semangat)


Kokok ayam membangunkan tidurku. Setelah mandi dan pakaian seragam rapi melekat pada tubuh, bergegas aku ke halte Bus Trans Jogja yang mana Bus Trans Jogjat tersebut  lebih kecil dari Trans Jakarta. Shelternya tidak jauh dari kos-ku. Aku putuskan menuntut ilmu di salah satu SMA yang ada di kota Jogja setelah lulus SMP di kota Lamongan. Aku sendiri terlahir sebagai anak kota Gresik yang terkenal dengan Semen-nya. Aku suka Jogja yang terkenal sebagai kota pelajar dan budaya, yang pasti lingkungannya mendukung untuk belajar. Kurogoh saku celana, kudapati uang dua lembar lima ribuan. Berarti uang ini hanya cukup buat bayar transport PP (Pulang-Pergi) ke sekolah dan makan sekali untuk hari ini.

Budaya Korupsi (Opini)


Oleh :  Imam Syafi'i
Literatur dan Pengembangann Akeroluh Komunitas 
(Kedaulatan Rakyat 2011)

Ketua Dewan Pengurus Transparency International - Indonesia Erry Riyana Hardjapamekas (2003) menuturkan bahwa  label korupsi tidak semata-mata diperuntukkan bagi pegawai negeri. TNI, Polri, pegawai BUMN/BUMD atau anggota parlemen pusat dan daerah, atau pejabat dan pelaku fungsi yudikatif, atau konglomerat dan badan usaha swasta namun juga dapat ditempelkan pada semua lembaga dan anggota masyarakat dengan pekerjaan tertentu yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan kepentingan publik, misalnya pengacara, akuntan publik, notaris dan lain-lain.
Itu sebabnya muncul paham bahwa korupsi di indonesia sudah menjadi budaya, sehingga dengan kita mendalilkan bahwa “korupsi itu biasa” karena terjadi nyaris di semua sector dan lapisan masyarakat.
Empat puluh lima tahun gejala ini sebenarnya telah dicurigai sebagai penyakit yang mulai berjangkit dan harus segera ditangkal. Secara yuridis istilah ini muncul dalam bentuk peraturan penguasa militer Angkatan Darat dan Laut RI Nomor PRT/PM/06/1957 sebagai upaya awal karena KUHP dianggap tidak mampu menanggulangi meluasnya korupsi pada masa itu yang juga telah dianggap sebagai penyakit masyarakat yang menggerogoti kesejahteraan rakyat, menghambat pelaksanaan pembangunan, merugikan perekonomian, dan mengakibatkan moral.
Empat belas tahun kemudian Undang-undang Nomor 3 tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi, yang justru sama sekali tidak menghambat penularan penyakit masyarakat itu, bahkan sebaliknya semakin mengembang secara luas dan parah. Jadi, sebenarnya telah terjadi proses pembiaran perluasan penularan penyakit korupsi selama 45 terakhir!
Lihat saja, belum lama ini mantan bendahara

Rabu, 26 Oktober 2011

Cogito Ergo Sum


Indonesia adalah negara merdeka yang membebaskan kepada setiap warganya untuk berekspresi, bebas menampilkan segala kemampuan dan pendapat yang dia miiki, sudah saatnya kita sebagai mahasiswa untuk merubah dunia dengan membuat perbedaan dan menuangkan fikiran untuk dunia khususnya indonesia. Sehingga suatu saat nanti generasi bangsa yang berkwalitas akan lahir dari kita.  Maka dari itu bagi sahabat-sahabat semua terutama bagi anggota dari Akeroluh Komunitas mari kita tunjukan kepada dunia bahwa kita ada dan kita bisa.

"Cogito ergo sum" adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Perancis. Artinya adalah: "aku berpikir maka aku ada".  kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri. 
dari itu kami memberikan kesempatan bagi kawan-kawan yang punya gagasan-gagasan atau ide yang bersifat umum dan ilmiah untuk di sertakan di Akeroluh sites seperti karya ilmiah, cerpen, artikel, novel, puisi, film, advertist, broadcast dll. kami akan menampung berapapun banyak nya karya anda dengan ketentuan sebagai berikut
·  karya asli dari hasil karya sendiri dan bukan plagiasi atau mengcopy dari orang lain 
·  karya bisa berupa cerpen, artikel, karya ilmiah, novel atau puisi, film, advertist, broadcast dll
·  karya bersifat bebas  
·  tulisan tidak berbentuk curhat pribadi